setelah high-res wallpapernya sudah gue tongolin, kini saatnya nampilin video gue lagi longok-longok Z250 di acara launchingnya kemarin.. maap cuma pake Nexus, mana agak bingung lagi gara-gara baru kali ini gue ngerekam video pake hp tersebut -____- (ngaku reviewer hp, tapi kok gaptek) pas ngerekam gue kira bisa touch to focus, eh malah ngejepret objek (jepret still image pas lagi rekam video) dan ITU APP KAMERA LANGSUNG NGE-FREEZE. Alhasil videonya jadi dua bagian, so, langsung tengok saja, FULL HD loh, masih jarang2 video Z250 udah full HD 1080p :p :
Langsung aja, ini dia wallpaper Kawasaki Z250 yg baru diluncurkan kemarin.. File-nya gede2 loh, resolusinya panjangnya gue bikin 2560 piksel, untuk mengantisipasi monitor yang paling gede kan segitu lah ya. Nih, lumayan banyak, awas bandwidth killer
Yak, jadi juga Kawasaki meluncurkan naked version dari Ninja 250. Bertempat di gedung Sampoerna Strategic, gue sempet ketemu sama sesepuh blogger motor, Taufik TMCBlog.. . Kembali ke si Ninja Bugil, bentuknya, keren banget. Bisa dibilang Mini Z800 lah, kayak Ninja 250FI yang Mini ZX636. Pada dasarnya motor streetfigther ini Ninja 250 fairingnya dibuka, dikasih shroud dan fairing bawah, trus ditemplokin headlamp Z800. Jadi-jadinya ya mirip hasil sotosop yg muncul sejak beberapa bulan lalu itu. Gede loh, lebar sampingnya nggak beda jauh sama Ninja 250. Oh ya, Z250 ini gak bawa-bawa nama Ninja sama sekali.
kawasaki Z800. Mirip toh?
Dari yang dibilang Bapak Fredy Basuki sih, motor ini bener-bener plek sama Ninja 250FI, kecuali fairingnya aja. Jadi tenaga, mesin, pokoknya tangki kebelakang pun sama persis. Gue sih nggak bisa ngelihat bedanya ya, kecuali di tangki ada logo “Z”. Mesin dua silinder/parralel twin 249cc DOHC 8 valve, tenaganya 32PS, power tertinggi ada di RPM 11000. Torsi 21 N.m di 10000RPM. Wew, jadi high rev juga nih. Ketinggian jok 785mm, beratnya 168kg, lebih enteng sekilo dari Ninja 250 karbu. Sisa speknya males gue tulis jadi liat foto aja yah :p
Klik biar gambarnya gede.. aah
Ninja eh kamsud gue Z250 ini bakal ready stock bulan Maret 2013 mendatang. Harga? Rp. 48,5 juta untuk OTR Jakarta. Warna yang tersedia Flat Ebony, Candy Persimmon Red dan Pearl Stradust White. Ya gue tau itu ngebingungin, lebih tepatnya sih Hitam doff (yang ini keren mampus), merah (merahnya nggak kayak Ninja karbu lama yg merah Ducati, tapi lebih mirip merahnya CBR250R, ada glitter2nya tapi lebih merah dari CBR ) dan putih (sama, bergliter juga. Jangan tanya kenapa hurufnya nggak gue ganti ke putih). Gak sabar? Silakan datangi dealer Kawasaki terdekat, kali aja udah buka keran inden.. . Nih, pelototin dulu foto-fotonya, maap pake hp doang motretnya hehehe (gak modal)
Seri Galaxy S bisa dibilang “raja”-nya smartphone Android. Sejak peluncuran SGS pertamakali tahun 2010 lalu, smartphone Android keluaran Samsung ini memukau dengan ciri khas layar Super AMOLED dan fitur-fitur kelas atas. Meski desainnya banyak yang bilang kalau Samsung meniru Apple iPhone, dengan bodi plastikan, tapi toh nggak menyurutkan orang untuk membeli serial ini. Marketing dan promosi yang dilakukan Samsung patut diacungi jempol karena berhasil mengantar SGS III jadi smartphone Android paling laku tahun lalu.
Nah berbekal kepopuleran SGS III, Samsung merilis Galaxy S III Mini, kloningan SGSIII, tapi diperkecil pake senter Doraemon. Sayangnya spek dan fiturnya juga ikut kena senter si robot rakun kucing Jepang itu. Quadcore jadi dualcore, kamera 8mp + 1080p jadi 5MP + 720p dan sebagainya. Yah, harga yang ditawarkan juga memang jauh sih dari SGS III yakni Rp. 3499.000 dan akan mulai dijual tanggal 20 Januari nanti.
Pertama kita bahas desain ya. Wah, kalo desain sih, SGS III banget, dari bentuk, bahan, sampai impresi dan feel megangnya sama persis, cuma lebih kecil aje. Bodinya full plastik, tapi sentuhan plastik ala-ala stainless di sekeliling bodinya lumayan mempercantik si Rok Mini. Digenggamnya asik, soalnya bentuknya mengikuti genggaman tangan, kurva banget deh. Cuman, hati-hati, bagian belakangnya kalau tangan lu gampang keringetan, wah bakalan jorok dan licin tuh.. Nggak lucu aja kalau Anda baru beli si Mini, tapi udah jatuh ke aspal misalnya (bukan nyumpahin kok).
Layar 4 inci resolusi 800×480 piksel, sama persis kayak punyanya SGS Advance dan SGS pertama (i9000). Bagus sih, kontras dan saturasi tinggi, warna putihnya cool (aka kebiruan), sudut pandang perfect, tapi yaaaa kurang tajem layarnya resolusi segitu sih. Bukan 800×480-nya, tapi si SIII Mini ini masih pakai PenTile Matrix. Lumayan kerasa di resolusi WVGA (di Galaxy Nexus, SGSIII dan Note yang 720p masih terasa tapi sudah minimal banget), bukannya pixelate sih, tapi deskripsi gue sih pikselnya tuh kayak bolong-bolong dibanding yg pake RGB Matrix.
Antarmukanya sih, sudah persis dengan Samsung Galaxy SIII. Misalnya, suara air waktu buka lockscreen, bentuk ikon, fitur-fitur kayak Smart Stay, S Voice, Direct Call, bahkan ada fitur Pop up Play loh, fitur ini memungkinkan pengguna yang sedang menonton video untuk mengecilkan layar video jadi Anda bisa melakukan aktivitas lain secara bersamaan. Posisi pop up layar video tersebut bisa digeser-geser, ukurannya juga bisa diubah dengan pinch to zoom. Nggak nge-lag loh, waktu gue coba mutar pop up play video HD 720p sambil browsing.. Secara keseluruhan, performa SIII Mini ini oke banget, jarang ada nge-lag.
Oh yah, pemutar videonya khas Samsung, banyak fitur, bisa puter mkv sampai 720p + subtitle srt. Untuk kamera, secara keseluruhan hasil foto SGS III Mini biasa aja lah buat ukuran jaman sekarang. Namun untuk penggunaan biasa tentunya sudah cukup, ditambah lagi banyak fitur yang tersedia. Sayangnya perekam videonya nggak bisa continous autofocus. Hasil foto nanti gue upload di Mediafire deh.
Kesimpulan
Memang secara fisik dan beberapa fitur, SIII Mini mewarisi gen dari flagship Samsung Galaxy SIII. Tapi, fitur-fiturnya pun banyak yang disunat. Misalkan aja kamera. Si Mini ini lebih mirip sebagai penyegaran buat Samsung Galaxy S Advance yang sudah diskontinyu, banyak banget miripnya, dari layar, prosesor, kamera dsb. Keunggulan signifikannya dibanding ponsel Android mid-end lainnya yg harganya segituan (Rp. 3,5 juta), ya Android 4.1 Jelly Bean dan beberapa fitur unik bawaan Samsung.
Kelebihan
Android 4.1 Jelly Bean, ada Google Now
fitur-fitur bawaan Samsung seperti Pop Up play, Smart Stay, TouchWiz Nature dan lain-lain
Pemutar video bawaan dengan banyak fitur
slot micro SD
Baterai bersifat removeable aka bisa diganti-ganti
.
Kekurangan
layar PenTile Matrix dengan dua subpiksel, nggak tajam
rekaman video Fixed Focus, resolusi hanya sampai 720p
Kira-kira kayak begini nih. Gambar karya Bro Ari, komentator TMC Blog
Barusan gue baca di Motorplus, katanya mereka diundang untuk hadir di peluncuran motor baru Kawasaki di tanggal 31 Januari ini. Yaaa, apalagi kalau bukan Ninja 250 naked alias ER25C. Nih dia berita lengkapnye:
Undangan yang masuk ke meja redaksi menunjukan tanggal 31 Januari 2013 menjadi moment yang dipilih untuk memperkenalkan new model-nya.
Tapi sayangnya belum dibeberkan secara gamblang, model apa yang dimaksud. Tapi gosipnya, ini adalah peluncuran motor sport 250 cc terbaru Kawasaki. Spesifikasi mesin dan rangkanya serupa Ninja 250 injeksi, tapi punya desain berbeda.
Konsepnya disetting jadi motor turing tanpa fairing. Konon bentuknya mirip ER-6n tapi didesain lebih kecil.
Namun ketika dikonfirmasi pada pihak PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), semuanya masih diam seribu bahasa mengenai detail model barunya. Kawasaki Indonesia dipaksa diam karena kabarnya ini adalah global model pertama di dunia. Indonesia duluan baru negara-negara lain!
Kawasaki masih diem coiiii!!!! Lagi-lagi kita jadi yang pertama, meskipun cepat tapi agak-agak gak ada untungnya juga sih karena toh masih CBU Thailand (CMIIW). But, gue yakin pasti banyak enthusiast roda dua yang penasaran menunggu-nunggu motor ini. Jadi, satu atau dua silinder? Bodinya seperti apa, ER6 series atau Z800 atau malah Z1000? Bersabar ajah, 2 hari sih, yaaa kayak nunggu loading startup-nya henpon BB abis cabut batere lah.. Hehehehe…
ya kali kalo punya moge bisa dapet cewek kayak gini
Kawasaki ER6N. Kalau mendengar namanya, yang terbayang ialah sebuah (moge) 650 cc yang dibanderol cukup terjangkau untuk ukuran moge. Bagaimana tidak, dengan harga Rp. 102 juta OTR Jakarta, harganya terpaut jauh dengan moge seri atasnya, contoh Kawasaki ZX6R 2012 (Rp. 211 juta).
Imbasnya, gue sering banget lihat ER6-series di jalanan, pastinya lebih sering dibanding moge lainnya yang sudah nongol duluan. ER6 Series ini terbagi jadi 2 varian yakni ER6N (naked), ER6F/Ninja 650 (fairing) dan seri adventure yakni Versys (berbagi mesin yang sama, tapi belum dijual KMI, CMIIW). Jadi, kurang apa?
Kurang sporty. Okelah sebagai naked bike, ER6N itu SANGAR dan MACHO banget, sedangkan Versys punya daya tarik tersendiri, tapi bukan ntu yang gue maksud. ER6F. Varian yang ini tuh meskipun full fairing, tapi kurang sporty, malah IMHO Ninja 250FI jauh lebih sporty dari ER6F. Stangnya itu loh, bukan stang jepit. Bentuk fairingnya juga kurang gahar. Okelah, mungkin Kawasaki memang memposisikan motor satu ini untuk Sport Touring.
Tetap keren sih ~
Nah, makanya, gue rasa Kawasaki perlu bikin satu lagi varian ER6, yakni ER6-R atau kalau perlu ER6-RR. Bikin yang sporty bentuknya kayak Ninja 250FI, pakai stang jepit, jok belakang lebih nungging, footstep depan belakang berpisah, bentuk fairing bagian kepalanya diperbaiki sedikit. Tenaga agak dipermak supaya muncul di putaran atas. Dijamin pengguna sportbike mungil macam CBR150, 250, Ninja 150RR, Ninja 250 yang ingin naik kelas, lebih naksir ER6-R dibanding 3 seri yang lainnya. Dibanderol sekitaran Rp. 125 juta.. yah sebagai pelipur lara daripada beli ZX6 yang harganya hampir dua kali lipat.. (curcol mode: ON)
Tuh kalau sudah dipermak jadi sporty. Keren gak?
Honda (we talk about Honda International) sudah punya CBR500 loh, bersamaan dengan naked bike CB500 dan touring-adventure CBX500. Terus terang biarpun rem cakram depan cuma satu, buat gue CBR 500 lebih sporty daripada ER6F.
Oke, ini cuma opini gue, mudah-mudahan aja didengar sama Kawasaki (ngarep). Sebelumnya gue mohon maaf kalau ada yang tersinggung ya
Oppo. Buat yang pertama kali denger, mungkin kebayangnya “Opo” Bahasa Jawa yang artinya “Apa” ya. Kalo gue sih pas pertama dengar entah kenapa malah kebayang kodok. Oke, ntar blog ini malah jadi National Geographic Wild. Oppo si vendor asal China ini sudah memperkenalkan Oppo Find 5, smartphone Android yang speknya boleh dikata the best lah bisa bersaing dengan flagship-flagship vendor gede macam HTC, Samsung, Sony untuk tahun ini.
Oppo Find 5 adalah salah satu ponsel dengan layar Full HD. Layar super jernih dan padatnya memuat resolusi super 1920×1080 piksel pada ukuran 5 inch. Hal ini membuat layar Oppo Find 5 memiliki kerapatan 441ppi, alias di atas rata-rata ponsel high-end pada saat ini yang baru mencapai 342ppi.
Oppo Find 5 dibekali dengan processor quad-core Snapdragon S4 Pro dengan RAM sebesar 2GB. Selain itu, juga terdapat kamera dengan resolusi yang cukup besar, yaitu berukuran 13 MP dengan kemampuan merekam video 120 fps dan juga fitur HDR.
Nah speknya lumayan kan tuh? (yah masa lumayan doang, itu jelas-jelas jauh diatas spek hp gue saat ini -___- ). Gue dapat kabar nih, dari sumber yang tidak bisa disebut namanya (SokRahasia Mode: ON) kalau Oppo Find 5 ini bakal masuk negara ini, bulan ini juga! Harga memang tidak disebutkan tapi kalau harga di China dirupiahkan sih jadi-jadinya Rp. 4,5 juta.
Taruhlah pajak laba dll dibanderol Rp. 5 juta juga rasanya masih sah-sah saja.. Mengingat gue rada yakin kalau flagship 5 inci 1080p lainnya macem Sony Xperia Z, HTC Kupu-Kupu Butterfly, dan Samsung Galaxy S IV bakal diatas Rp. 6499.000 bahkan bisa Rp. 7499.000. Beda Rp. 2 juta lumayan bisa PP Jakarta-Bali..
Terus gue bakal beli dong? O tidak, gue liat-liat barangnya dulu kalau sudah di kantor, layarnya bagus apa nggak, kameranya gimana, performanya. Itulah enaknya jadi reviewer gadget HA HA HA HA HA