RSS

Setengah rol Ektar yang terbuang

000006-01

Melaju

Musim semi 2015. Sebuah kapal boat melaju kencang di danau dekat  Nami Island, Seoul, Korea Selatan. Saya pun mengambil kamera Asahi Pentax Spotmatic tua dengan lensa Helios 58mm f/2 untuk mengabadikan momen itu. Di dalamnya terdapat satu rol Kodak Ektar 100.

Dengan ilmu metering ala “jurus kira-kira ninja” plus menyontek setting yang ada di dalam kamera saya yang lain (digital), saya yakin filmnya akan “jadi”. Lagipula, film negatif seperti Ektar seharusnya punya toleransi cukup tinggi kalau eksposur saya sedikit berlebihan (overexposed).

Ternyata apa yang terjadi adalah bencana *lebay*.  Dua hari kemudian, Saat menggulung rol film, secara tidak sengaja saya membuka tutup belakang kamera sebelum rol film selesai tergulung.

Bagi Anda yang pernah memotret menggunakan film, pasti tahu kalau film akan “terbakar”. Eh, benar saja, ketika film dicuci dan discan –bukan saya yang melakukan, saya terlalu malas untuk cuci dan scan sendiri jadi saya serahkan ke ahlinya saja–, belasan frame foto hasilnya kurang lebih seperti ini:

000006

Sebenarnya saya nggak tahu apakah ini gara-gara tutup rolnya rusak terbakar, atau saya saja yang salah ukur eksposur. Pokoknya saya yakin ini murni kesalahan saya. Mungkin yang lebih ahli soal film bisa menjelaskan, monggo, saya persilakan saja🙂

Setahun kemudian saya lihat foto itu lagi melalui tablet. Saya bayangkan, kok rasanya foto ini lebih bagus kalau hitam putih ya? Kemudian saya sunting fotonya pakai aplikasi Snapseed (untuk Android, versi iOS juga tersedia).

Untuk yang suka mengubah foto warna jadi hitam putih, boleh dicoba edit pakai Snapseed. Hasilnya oke, kita bisa menambahkan grain, bahkan pakai simulasi filter kuning, hijau, merah, dan biru untuk hasil foto hitam putih yang lebih sesuai keinginan.

Ternyata hasilnya oke juga, menurut saya auranya seperti film noir. Setelah di-crop sedikit (bendera di pojok kiri lumayan mengganggu sih, hehe..), foto saya unggah ke Instagram saya dan ke sini. Happy ending deh, walaupun butuh waktu move-on setahun hehehehe…

 

 

 
Leave a comment

Posted by on 26 June, 2016 in Fotografi

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Setelah Lebih dari 2 Bulan, Kipas Radiator Datang, Akhirnya Ninja 250 Saya Beres Juga

Setelah Lebih dari 2 Bulan, Kipas Radiator Datang, Akhirnya Ninja 250 Saya Beres Juga

Setelah dua bulan menunggu kipas radiator yang tidak kunjung tiba, akhirnya Kamis lalu (4 September) sebuah pesan WhatsApp tiba ke ponsel gw. Bagian servis Kawasaki Cengkareng mengabari kalau kipas radiator sudah dipasang sehingga motor gw sudah bisa diambil.. HOREEE, gw langsung jingkrak-jingkrak *bohong*

Jumatnya (5 September) pagi-pagi baru deh gw ambil si Ninja merah. Eh taunya ada orang rada oon (entah, lebih mirip orang stres sih. Atau.. mungkin dia lelah..) yang tiba-tiba SKSD adek gw, manggil adek gw Valentino Rossi (WTF padahal ngga ada mirip2nya, ada juga adik gw ya mirip gw keleesss) dan meracau ngomong hal2 geje (gw nggak denger, soalnya berisik, namanya juga di dalam bengkel). Akhirnya itu orang diusir sama mekanik, wkwkwkwk ada-ada aja. Jangan2 maho nyasar kali ya.

Ngobrol-ngobrol bentaran sama mekanik dan mbak yang terima konsumen yang mau servis motor, akhirnya gw bawa lagi si Ninja merah. Rada kotor, tapi mending sih dibanding minggu lalu pas gw jenguk, soalnya dilap sama si mekanik. Kasih uang rokok, gw cabut dah ke tempat kerjaan, naek Ninja. Sekalian ngetes apakah kipas radiator sudah bekerja dan masalah overheat sudah hilang atau nggak.

Syukurlah, kipas bekerja dengan baik sehingga motor nggak mengalami overheat. Sesuai dugaan jadi masalahnya di kipas radiator aja ternyata. Pulangnya gw ke bioskop utk nonton Lucy (Scarlett Johansson jangan dilewatkan cuyyy) dan habis itu, jam 12 malem si Ninja gw cuci di tempat cuci motor 24 jam daerah Puri (gw sering cuci sini malem2, sepi sih soalnya, jadi langsung dikerjain)

Besoknya Ninja langsung gw sesi foto, untuk dijual. Sedih juga sih tapi yaaa sudahlah. Gw berharap ke depannya aftersales Kawasaki lebih baik lagi yaaa, jangan sampai ada inden sparepart berbulan-bulan kayak gini lagi.. Soalnya kalau nanti ada Ninja ZX250 versi 4 silinder mungkin gw bakal balik lagi ke klan Ninja wkwkwkwkwkwk…. yah apapun itu, besar harapan gw agar Kawasaki memperbaiki 3S mereka, terus terang ini kelemahan mereka.. Konsumen Kawasaki itu rata-rata setia loh (gw aja sudah 3x berturut2 ambil motor Kawasaki, semuanya warna merah pula) jangan sampai dikecewakan lah.

Sekian dan terima kasih😀

10351648_10204744348828999_4532719395883638229_n

 

 

 

 

 
3 Comments

Posted by on 7 September, 2014 in Berita Motor

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Beruntung, saya dapat Yamaha YZF R25 tanpa inden :D

Setelah kecewa dengan belum kelarnya inden sparepart kipas radiator buat Ninja 250FI gw (sampai gw nulis post ini pun belum datang loh itu kipas😦 ) akhirnya minggu lalu (Senin, 11 Agustus) gw mendatangi beberapa dealer Yamaha dan Honda. Pertama yang didatangi adalah Yamaha Niaga Motor di Lingkar Luar, di sini tempatnya bagus dan modern sekali. Ada unit R25 sebiji entah punya siapa, dipajang bareng R6 loh😮. Kata mbak salesnya kita belum bisa inden dan kalaupun sudah bisa daftar inden, kita harus bayar uang tanda jadi Rp. 10 juta (yang bener nih, setau gw cuma sejuta??). Akhirnya sih nama, alamat dan no. telp gw dicatat, untuk dikabari kalau keran inden sudah dibuka.

Lalu gw datengin dealer Honda Cengkareng yang cuma selang satu gedung dengan Niaga Motor, untuk cari info tentang CBR250 dual keen. Dealer yang satu ini lumayan terkenal di dunia maya, tapi dealernya pas gw datangi, tempatnya agak kecil, meskipun motornya buanyakkkk tumpah ruah ke halaman. Mungkin mereka memang lebih konsen ke jualan online kali ya… Unit dual keen belum ada, Salesnya pun sepertinya kurang begitu tau soal CBR baru tersebut, setelah doi menelpon temannya, ternyata yaa harus inden juga wkwkwkk….😀

WP_20140812_12_27_52_Pro

R15 dan R25 di Abadi Motor

Besoknya (Selasa 12 Agustus) gw ke dealer Yamaha Abadi Motor di Jalan Panjang (lampu merah Relasi). Wuih, ada beberapa unit R25 cuy, biru putih semua dan ada sebiji R15 warna hitam.. Ganteng juga si R15 itu, gw sudah beberapa kali liat ada beberapa yang pakai di jalanan, buntutnya seksi brooooo… Tapi kata mbak salesnya, R25 semuanya sudah punya orang yang inden online. Lagi2 nama, alamat dan no. telp gw dicatat, untuk dikabari kalau keran inden sudah dibuka. Dan disuruh menyiapkan tanda jadi Rp. 10 juta. Habis dari sini, gw ke Yamaha di Meruya (lupa nama dealernya :p) dan ceritanya sama persis, kecuali R25 yang dipajang di sana adalah warna hitam.

R25 Hitam di dealer Yamaha  daerah Meruya yang gw lupa namanya

R25 Hitam di dealer Yamaha daerah Meruya yang gw lupa namanya

Yo wis, gw pikir sudahlah, paling cepat 3 bulan lagi gw baru bisa boyong R25 wkwkwkwk… Ehhhh besoknya (Rabu 13 Agustus) si mbak sales dari Abadi Motor menelepon, mengabari kalau ada indener online yang batalllll (yang inden udah pindah ke luar negri katanya).. dan gw ditawari untuk mengambil R25 tersebut.. kebetulan warnanya pun putih biru yg gw incar (kalo CBR gw incar Repsol) dan yah gw bilang ke doi harus pikir-pikir dulu. Suratan nasib nih kalo kata temen kantor gw, sudah jodoh wkwkwk… Malamnya gw telpon si sales lagi untuk konfirmasi jadi beli, tapi nggak diangkat😦

Besoknya (Kamis 14 Agustus) jam 9 pagi gw buru2 telpon dealer tersebut untuk konfirm, ehhh katanya disuruh upping sejuta zzz… Dengan segala pertimbangan, gw pikir ya sudahlah, kan hari itu juga motor diantar. Gw baca di kaskus banyak yang inden online belum datang, bahkan 250 indener pertama (bonus helm AGV Rossi) pun ada yang belum datang motornya. Akhirnya malam harinya sekitar jam 7 motor sampai depan rumah beserta helm Yamaha R25 warna putih😀

Dan Helmnya KEKECILAN. WTF, ini helm sih ukuran anak2 atau wanita kali ya (atau pipi gw aja yang kegendutan). Ya sudahlah, toh masih ada helm bawaan Ninja 250 dan helm KBC gw, lagian helm mungil tersebut masih bisa dipakai nyokap dan adik gw kok. Yang penting motornya kondisi bagus dan aman. Dinyalakan mesinnya, hiiiii suaranya lebih sangar dari Ninja (atau Ninja memang terlalu senyap). Dipakai keliling komplek dan keluar muter2 bentar, overall tenaganya serasa lebih mantap di putaran bawah (dibanding N250 karbu dan FI), riding position juga mirip. Untuk artikel First Riding impression lebih lengkapnya nanti menyusul yah, hehehe…

10536911_10204538691407692_6233654863919689114_n

Gw lagi siap2 test ride pertamax hehehe

 
8 Comments

Posted by on 17 August, 2014 in Berita Motor

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Aftersales Kawasaki MENGECEWAKAN!!!

Numpang curcol ya masbrosisgankohbangkakkang semua…

Gw punya Ninja 250FI merah, sejak 26 Juni, jadi sudah sebulan lebih (itu libur lebaran nggak gw hitung loh) ngendon di bengkel Kawasaki Cengkareng (silakan yang mau cek biar gak dibilang hoax) gara-gara nunggu sparepart kipas radiator.. jadi ceritanya nih motor tersebut overheat, karena kipas radiator nggak mau menyala. Diklaim dong, nah, proses klaimna aja sudah seminggu baru di-acc sama pusat (kok soal acc aja lama bener ya).

Ini pas pertama kali beli, September tahun lalu di depan bengkel dan dealer Kawasaki Cengkareng yang gw sebut di postingan ini

Ini pas pertama kali beli, September tahun lalu di depan bengkel dan dealer Kawasaki Cengkareng yang gw sebut di postingan ini

tiap minggu udah disamperin biar cepet, tapi katanya nunggu barang (kipas radiator) emang lama karena masih impor dari Thailand. Please deh, beli motor 50 juta-an mosok layanannya kayak begitu? Gw paham ini motor masih CBU, tapi kan di sini jumlahnya sudah amat banyak dan pasaran, masak iya soal part harus menunggu berbulan-bulan baru ada?

Lapor ke yang punya dealer (kayaknya sih, orangnya sudah tua soalnya) biar mau dibantu, eh doi kayak nggak mau tau gitu.. dia bilang itu urusan bagian bengkel.. bagian bengkel bilang itu dari pusatnya memang lama. Jadi entah siapa yang gak beres kerjanya gw gak ngerti deh, gw sih yang penting motor cepat beres.

memang sih motor 250cc biasanya orang pakai cuma utk hobi, tapi kan kalau lebih dari sebulan motor kesayangan gak bisa dipakai sama sekali enek juga brooo.. Lagipula dalam kasus gw, Ninja 250FI tersebut gw pakai utk harian. Masih bisa lah utk fungsi harian, seluruh motor 250cc yang dijual resmi di Indonesia saat ini. Sekarang gw pinjam Scoopy nyokap (kalo naek mobil atau busway, bisa tua di jalan brooo)

Lama2 gw ganti juga nih ke R25.. jujur gw jauh lebih suka desain Ninja 250FI daripada R25, beda power juga yah gak seberapa dah buat gw, tapi kalau kawasakinya kayak gini aftersalesnya sih.. malesin gannnnn.. Tapi indennya aja belom dibuka, dan kalo ud buka dealernya minta 10 juta buat tanda jadi wkwkwk gila juga ya😀

gara2 kejadian ini, sebenernya gw jadi pengin incar CBR 250 dual lamp (modelnya mantap mirip kakaknya yg 1000cc), tapi mengingat *maaf sebelumnya ya utk FBH* motor tsb tergolong kurang laku, takutnya soal part sama aja dengan Kawasaki.. atau mungkin sebaliknya? Mohon utk rider CBR 250, bisa sharing di sini..

Kalo gak percaya kisah gw, silakan liat ke Kawasaki Cengkareng (lingkar luar arah ke Kapuk, PT. Tetap Jaya Motorindo, Jl. Lingkar Luar Barat No.1 A).. di situ ada ninja merah nopol B 3653 BVJ, itu motor gw.. udah debuan😦

oalah nasibmu nakkkk...

oalah nasibmu nakkkk…

 
22 Comments

Posted by on 12 August, 2014 in Berita Motor

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Samsung Galaxy S5, Tidak Beda Jauh dengan Galaxy S4

Glam_Galaxy-S5_GroupPenonton kecewa.. Galaxy S5, yang sejatinya merupakan super smartphone Android paling ditunggu-tunggu, ternyata penantian para penantinya (halah) anti klimaks sodara-sodara..

Ternyata Samsung masih nggak bisa move on dari desain by nature ala Galaxy S3, buktinya garis desain S3, S4 dan terbaru S5 sama persis. Masalahnya sih kalo cuma mereka ber-3 aja sih mending.. Lha ini, hampir semua smartphone Galaxy tahun lalu kan desainnya kayak gitu😐

Dalam hal desain, perbedaan terbesar Galaxy S5 dari Galaxy S4 hanya di kover belakang, yang menggunakan bahan dengan pola titik-titik, seperti pada tablet Google Nexus 7. Samsung menyebut desain smartphone terbarunya adalah desain glam yang modern. Gue juga nggak begitu ngerti maksudnya apaan.

Layarnya 5,1 inci dengan resolusi 1080p, oke lah, nggak masalah, kerapatan piksel segitu sih masih nyaman lah. Tapi bodinya nambah gede tjui… Galaxy S5 (142.0 x 72.5 x 8.1mm, berat 145g) lebih besar dibanding S4 (136.6 x 69.8 x 7.9 mm, 130 gram), meski layar memang lebih lebar 0,1 inci dari S4.

Sepertinya sih Samsung lebih menonjolkan perubahan besar di bidang kamera. Untuk kamera utama, dengan fitur Hybrid Focus dan Phase Detection, Samsung mengklaim kecepatan auto fokus kamera 16MP tersebut mencapai 0,3 detik saja. Juga ada fitur Selective Focus yang memungkinkan Anda mengambil foto dengan kualitas Depth of Field sempit seperti hasil kamera DSLR (area fokus yang sempit, sehingga latar belakang atau latar depan menjadi blur). Ini sih kayaknya software aja sih, secara susah bangetlah kamera smartphone untuk menyamai DSLR. Sensor kamera juga lebih besar dari Galaxy S4, kemampuan High Dynamic Range juga lebih ditingkatkan.

Pakai Galaxy S5 bisa bikin elu jadi sehat. Ada sensor detak jantung di sebelah LED flash kamera, dengan penggunaan mudah, hanya menjentikkan jari aja disitu. Jangan lupa masih ada aplikasi S-Health 3.0, yang telah semakin diperbaiki kemampuannya. Jadi sekedar memantau kesehatan dari smartphone ini bisa-bisa aja sih.

Selain itu, Samsung menjejalkan flagship terbarunya dengan Ultra Power Saving Mode, Download Booster, Quick Connect, Private Mode, Kids Mode. Download Booster adalah sebuah cara inovatif untuk Fitur ini memadukan koneksi Wi-Fi dan LTE secara simultan, mempersingkat waktu Anda dalam mengunduh file dari internet. Sementara fitur Ultra Power Saving mengubah layar menjadi hitam-putih, dan mematikan fitur-fitur yang tidak dibutuhkan untuk meminimalisir konsumsi baterai.

Fitur2 pentingnya sih ini:

  • Layar Super AMOLED 5,1 inci resolusi 1920×1080 piksel
  • Prosesor quadcore 2,5GHz
  • RAM 2GB, Storage 16/32GB, slot micro SD hingga 128GB
  • Android 4.4.2 KitKat
  • Kamera utama 16MP, kamera depan 2MP
  • Perekam video UHD / 4K (3840×2160 piksel)
  • LTE Cat 4 (150Mbps), WiFi: 802.11a/b/g/n/ac HT80, MIMO(2×2), Bluetooth: 4.0 BLE / ANT+, USB 3.0, NFC, IR Remote
  • IP67 Water Resistance
  • Dimensi 142.0 x 72.5 x 8.1mm, berat 145g
  • Baterai 2800mAh (diklaim bisa 10 jam web browsing dengan LTE, 12 jam untuk menonton video)
  • Sensor sidik jari

Samsung Galaxy S5 tersedia dalam 4 warna: charcoal Black, shimmery White, electric Blue dan copper Gold. Biru-nya lumayan cakep loh. Bulan April nanti baru tersedia secara global. Harga sih nggak dikasih tau, tapi tebakan mistis dari gue antara Rp. 8-9 juta.. Dolar masih mahal tjuiiiii….:|

SM-G900F_electric BLUE_01

SM-G900F_charcoal BLACK_02

 
6 Comments

Posted by on 25 February, 2014 in Berita Gadget

 

Tags: , , , , , , ,

Sony Akhirnya Menggunakan Layar IPS untuk Xperia Z2 dan Xperia Z2 Tablet

xperia-z2-gallery-04-amazing-display-1240x840-1636d70e11527f212bebb67d794a78c1Genderang perang di event tahunan Mobile World Congress 2014 (MWC 2014) di Barcelona telah dimulai. Vendor-vendor smartphone pun sudah sibuk merilis smartphone dan tablet kebanggaannya. Salah satunya adalah Sony. Vendor yang dikenal luas di bidang televisi dan entertainment ini memperkenalkan 3 perangkat: Xperia Z2, Xperia Z2 Tablet dan Xperia M2. Yang paling ditunggu-tunggu ya si Z2, secara ini flagship, pastinya mantep banget nih. Bahkan bisa gue bilang kalo Z2 ini smartphone Android terbaik saat ini *lebih tepatnya lagi saat berita ini dirilis, karena gue ga tau apakah Samsung Galaxy S5 yang dirilis beberapa jam lagi lebih hebat atau tidak*

Paling heboh sih prosesornya, Snapdragon 801, yang lebih bagus setingkat dari Snapdragon 800 (yang dipakai Xperia Z1, flagship Sony sebelumnya). RAM-nya udah 3GB tjuy, dengan antarmuka Sony yang gak ribet-ribet amat, dijamin Z2 lebih smooth daripada Touchwiz UX di Note 3 yang RAM-nya sama-sama 3GB. Kalo kamera sih, masih 20,7MP, persis seperti Xperia Z1. Tapi perekaman video sudah 4K (3840×2160 piksel), patut diberi applause. Meskipun harga TV atau monitor 4K Ultra HD masih muahahahahahal, kita harus memikirkan ke depannya. Nanti pasti bakal turun koq harga TV 4K.

Layar. Nah ini dia yang selalu jadi masalah buat smartphone Sony, bahkan untuk flagship sekalipun. Setiap gue review smartphone Sony, layarnya hampir selalu lebih jelek dibanding ponsel sekelasnya. Dari jaman Xperia Arc loh. Xperia S, Xperia Z, sampai Xperia Z1 kemarin, layarnya memang semakin bagus, cuma kan vendor lain juga semakin berkembang. Gue sempet punya Xperia Z1, itu kalau buka Path, harusnya kan frame atasnya merah, lah ini koq jadi oranye. Dari dulu smartphone Sony kontrasnya gak bagus, demikian juga sudut penglihatan (viewing angle). Kurang vivid gitu pokoknya. Smartphone mereka desainnya keren, kameranya juga bolehlah, tapi kalau layarnya kayak hp murah kan malesin juga.. Tapi sepertinya di Z2 sudah berubah.

Banyak orang bilang layar Sony Xperia gak bagus karena Sony keukeuh pakai LCD TFT untuk smartphone mereka. Mungkin untuk irit cost ya. Tapi kali ini Xperia Z2 pakai IPS…!!! akhirnya..

The Xperia Xperia Z2 is Sony’s and is built with the latest Sony TV display technologies optimised for mobile. It comes with Live Colour LED, a brand new technology integrated only into Sony Mobile displays, for increased colour depth and gradation. And the IPS gives an excellent viewing angle and accurate colours from edge to edge. The large, high-resolution 5.2” Full HD TRILUMINOS™ Display for mobile with X-Reality for mobile picture engine has a 1920 x 1080 progressive scan, for incredibly crisp pictures free of jagged edges. Paired with a pixel density of 423 pixels per inch, you get pictures that are razor sharp and incredibly bright.

Btw, tulisan di atas dari website resmi Sony Mobile. Gue masih belum paham Live Colour LED itu makhluk apa, tapi sepertinya sih menambah kedalaman dan grandasi warna. Setau gue Triluminos itu juga meningkatkan warna. Dari review gue di TeknoUp sih, layar Xperia Z1 warnanya jelas lebih nendang daripada Xperia Z yang nggak pakai Triluminos. Apalagi kali ini pakai IPS, bahkan si Sony mengklaim bahwa IPS memberikan sudut penglihatan sempurna dan warna akurat dari ujung ke ujung.. Kata-kata ini seakan menegaskan bahwa gak ada lagi yang bakal berani ngatain kalau hp Sony tuh layarnya jelek.. Mantap. Resolusi memang masih 1080p, tapi yah ora popo lah, masih 5,2 inci koq layarnya. LG G2 pakai layar 5,2 inci 1080P dan IPS juga, layarnya termasuk bagus banget koq. Jadi gak sabar nih mau review Xperia Z2, semoga Sony Mobile Indonesia cepat bawa ke sini untuk produk demo-nya. Smartphone desain bagus, performa terjamin, material ekslusif, tahan aer, kamera bagus (terbukti di Z1 nggak mengecewakan), kalau layarnya minimal sebagus pesaing saja (gak usah ngarep muluq2), wah, bisa-bisa gue tergoda untuk bongkar celengan nih xDDDDDD.. Sayangnya dolar masih tinggi, bisa-bisa keluar di angka Rp. 9 juta, atau minimal Rp. 8 juta-an kayak kakaknya waktu pertama dirilis😦

Baca juga:

Review Sony Xperia Z1 dari gue (di TeknoUp)

 
10 Comments

Posted by on 24 February, 2014 in Berita Gadget

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Yang butuh BACOL bisa dibeli di gerobak si abang ini

buat yg ora mudeng, bacol itu bahan col*

disini mungkin maksudnya baso colok xDDDD

colenakkk colenakkk :ngakakakaakkaakkaakakakakakak

ngakak dulu di hari Senin yg superboring ini

*foto dari malesbanget.com

 
Leave a comment

Posted by on 17 February, 2014 in Uncategorized

 

Tags: , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 770 other followers